Untukmu perempuan yang sedang menyelami seduhan kopi
Telah aku sesapi secangkir kopi darimu
Dengan segala rasa yang ada di dalamnya
Yang meninggalkan rasa asam dalam angan
Yang meninggalkan rasa pahit dalam jantung hati
Tapi selalu meninggalkan rasa manis pada sesapan akhir
Itu membuatku berimajinasi dalam segala kemungkinan-kemungkinan
Di balik meja bar kau tepat berdiri dihadapanku
Sedang meramu biji kopi dengan sepenuh hati
Kau seduh dengan cinta, kasih, sayang dan keniscayaan
Kau tuangkan air pada cangkir
Ah Tuhan ...
Rupanya kau lupa menutup pintu di kahyangan sana
Sehingga satu bidadari turun ke bumi dan terampil sekali perihal seduh kopi dan mengobrak abrik inti jantung hati seorang lelaki yang menulis tentang ini
red (RFF)