Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku..
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa.
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
-Soe Hok Gie-
Selasa, 11 November 1969
Matahari tenggelam itu istimewa Menggelapkan apa-apa di belahan bumi satu Terbit menerangi apa-apa di belahan bumi yang lainnya
Rabu, 28 Desember 2016
Selasa, 27 Desember 2016
Perindu
Padamu wanitaku.
Pada angin yang memeluk mesra setiap mata.
Ada kabar baikkah dirimu sayangku?
Sertakah aku disetiap lakumu?
Rindu ini terlalu merangkul erat batinku yang tenang.
Aku selalu rindu kau membenahi letak sandaran di bahumu.
Ketika aku lelah, ketika aku kalah pada keegoisanku.
Rindu berkisah tentang apa- apa yang kita lalui bersama.
Tentang hujan, awan, embun, senja serta anak-anak kita yang lucu di masa depan.
Semoga kita bertemu di lembah kebahagiaan yang abadi, kasihku.
Jangan terus melarikan diri dari apa yang kita tuju.
Karena hidup adalah sebuah perjalanan, bukan tentang pelarian.
Sudah dulu ya sayangku.
Aku mau tuntaskan sedikit sajak pada bait terakhir di senja sore ini.
Salam cinta, kasih dan sayang pada perempuanku yang entah sesiapa kelak.
Karena ini hanya imajiku saja. Yang selalu berharap menjadi sebuah kenyataan.
Dariku, yang selalu rindu cium keningmu.
Red (rff).
Jatinangor, 27 Des 2016
Pada angin yang memeluk mesra setiap mata.
Ada kabar baikkah dirimu sayangku?
Sertakah aku disetiap lakumu?
Rindu ini terlalu merangkul erat batinku yang tenang.
Aku selalu rindu kau membenahi letak sandaran di bahumu.
Ketika aku lelah, ketika aku kalah pada keegoisanku.
Rindu berkisah tentang apa- apa yang kita lalui bersama.
Tentang hujan, awan, embun, senja serta anak-anak kita yang lucu di masa depan.
Semoga kita bertemu di lembah kebahagiaan yang abadi, kasihku.
Jangan terus melarikan diri dari apa yang kita tuju.
Karena hidup adalah sebuah perjalanan, bukan tentang pelarian.
Sudah dulu ya sayangku.
Aku mau tuntaskan sedikit sajak pada bait terakhir di senja sore ini.
Salam cinta, kasih dan sayang pada perempuanku yang entah sesiapa kelak.
Karena ini hanya imajiku saja. Yang selalu berharap menjadi sebuah kenyataan.
Dariku, yang selalu rindu cium keningmu.
Red (rff).
Jatinangor, 27 Des 2016
Langganan:
Postingan (Atom)