Padamu wanitaku.
Pada angin yang memeluk mesra setiap mata.
Ada kabar baikkah dirimu sayangku?
Sertakah aku disetiap lakumu?
Rindu ini terlalu merangkul erat batinku yang tenang.
Aku selalu rindu kau membenahi letak sandaran di bahumu.
Ketika aku lelah, ketika aku kalah pada keegoisanku.
Rindu berkisah tentang apa- apa yang kita lalui bersama.
Tentang hujan, awan, embun, senja serta anak-anak kita yang lucu di masa depan.
Semoga kita bertemu di lembah kebahagiaan yang abadi, kasihku.
Jangan terus melarikan diri dari apa yang kita tuju.
Karena hidup adalah sebuah perjalanan, bukan tentang pelarian.
Sudah dulu ya sayangku.
Aku mau tuntaskan sedikit sajak pada bait terakhir di senja sore ini.
Salam cinta, kasih dan sayang pada perempuanku yang entah sesiapa kelak.
Karena ini hanya imajiku saja. Yang selalu berharap menjadi sebuah kenyataan.
Dariku, yang selalu rindu cium keningmu.
Red (rff).
Jatinangor, 27 Des 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar