Untukmu yang pernah singgah
Tempat ternyaman berkeluh kesah
Pelabuhan curah segala resah
Apa kabarmu sayangku?
Masihkah aku sebagai apa-apa yang kamu pikirkan?
Kau tahu, kerinduan terus merangkul-ku?
Tak bisa ku melepaskan dari genggamannya.
Rasa resahku memuncak, kemudian menukik tajam menghempas apa-apa ke tempat ku terjatuh.
Ketika kau tinggalkan semua
Kau lepaskan genggam jariku
Kau terus berjalan tanpa sedikitpun membalikan tubuhmu untuk sekedar tanda perpisahan
Aku membayangkan mereka yang memang sudah berteman dengan kehilangan
Jika kehilangan menurut mereka sebuah kebiasaan, aku ingin menyertakan diri sebagai mereka.
Manisku..
Aku sedia menjadi dermaga untuk kapalmu berlabuh
Akan ku kaitkan kapalmu dengan apa-apa yang ku punya
Agar tak terbawa angin menuju laut tak berkesudahan
Mari sini cintaku..
Bahu ini adalah tempat ternyamanmu bersandar
Tangan ini yang akan menuntunmu di perjalanan, dan
Tubuh ini, sedia memberi pelukan serta menjadi rumah untukmu pulang.
Bandung, 3 Februari 2017(RED; rff)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar