Jumat, 17 Februari 2017

Hilang



Selepas hujan malam ini
Bulan menjelma bola matamu
Merapikan diri dibalik apa-apa yang menutupi celah cahayanya
Ku bayangkan diriku tidur di pelupuknya
Aku tenggelam dalam lelap
Lalu dimuntahkan mimpi

Kemudian menuju pagi
Bola mata itu menjelma menjadi kerinduan
Ku seduh satu cangkir kopi hangat kawani halimun
Akhirnya aku pergi ke kamar
Aku menemukanmu terbaring di kamarku
Lelagu sendu yang mungkin kau putar, tak sempat kau matikan
Buku-buku tercecer di atas ranjang

Belum usai ku rapihkan kamarku, kau hilang
Dan--
Memang benar
Ternyata puisi tidak menyelamatkan apapun
Dalam debu yang ku sapu
Ku tak sempat ucapkan selamat tinggal, sekali lagi

RED (rff)
Tengah Sunyi, 18 Februari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar