Aku rindu,,
Tentangmu, hela nafasmu, juga keberadaanmu
Dari semalaman mataku terjaga
Di temaramnya cahaya lilin yang hingga meleleh lantas mengeras di kamarku
Pulanglah kekasih,,
Akan ku buatkan kopi untukmu
Kopi yang tak akan pernah tersaji di kedai manapun
Dan entah, aku selalu saja membayangkan hal-hal yang paling mungkin ku lakukan bersamamu
Begini puan,
Aku membuatkan kau kopi, lalu menyajikannya di meja di sudut ruangan
yang dindingnya berhiaskan gambar dan kata-kata perlawanan kepada sikap yang tidak manusiawi
Di sudut lain, terpajang foto-fotoku sehabis berperjalanan panjang bersamamu
Lalu diiringi lagu sendu favoritmu
Bercahayakan temaramnya lampu khas romansa sepasang kekasih yang entah darimana asalnya
Dari kejauhan terlihat, kau membaca buku yang ku rasa tentang tokoh aktivis yang menentang kediktatoran penguasa negeri
Hingga ku sampai tempat di mana kau duduk dan tersajilah satu cangkir kopi di meja
Kau benahi letak dudukmu agar merasa lebih nyaman, dengan sedikit berbisik lalu ku bilang ;
"...silahkan puan, ini untukmu.
dariku yang berada di tempat paling sunyi
yang ku buat dengan cinta, kasih dan sayang
serta bisikan hangat menenangkan..."
Begitulah Ar, aku sambil membayangkannya dengan secangkir kopi di satu tanganku
Tanganku yang satu, menuliskan susunan huruf di kaldera dengan jariku.
Dan dengan ini ku kirimkan salam rinduku untukmu kekasih.
Hati-hati di kehidupan. Aku selalu menantikan saat dimana kau bersandar
Aku, di terjalnya kehidupan ..
(Ridwan F Fauzzi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar