"Memilukan memang, kini hanya aku, kopi dan sebutir malam temaram
Sepeninggal dirimu, aku hanya seorang perindu yang malang
seseorang yang dipecundangi bisingnya kota dan,
Setiap perjalanan dilucuti gedung tinggi bertingkat
Semua sangat mengerikan jika kau melihat kehidupan kota seperti ini
Di malam. Aku pernah membayangkan, akan serumit apa kita nanti
Oleh ribuan buih rindu yang menyusuri tiap sisi hati
Aku rindu suara bisikanmu yang setiap harinya kudapatkan itu
Menyadari kau yang entah dimana sekarang
Aku hanya bisa melangitkan doa meng-angkasa-kan harapan
Semoga kau dijaga sang maha segala di setiap hela nafas
Buatmu, Ar.
Dariku, Si perindu yang kesepian..." .
-Ridwan F Fauzzi-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar